Kamis, 10 Mei 2012

Aplikasi Asal Indonesia Tebar Pesona di Ajang Internasional

detail berita
Pendiri PT Buzzle Indonesia bersama Vice President Marketing & Communications Ericsson, Hardyana Syintawati (foto: Andina/okezone)
JAKARTA - Indonesia akhirnya berhasil menjadi pemenang dalam ajang aplikasi internasional yang digelar Ericsson untuk ketiga kalinya. Buzzlemall, aplikasi ini berhasil menjadi juara ketiga di ajangEricsson Aplication Awards (EAA) 2012.

Berkat kemenangannya, produk pertama dari PT. Buzzle Indonesia ini  berhasil meraup hadiah sebesar 5000 Euro atau sekira Rp60 jutaan. "Kami bangga menjadi juara ketiga di Ericsson Aplication Award dan secara tidak langsung mewakili Indonesia dalam kompetisi global ini," ujar salah satu pendiri PT Buzzle Indonesia David Soendoro di Marche Resto Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (8/5/2012).

Sementara itu, start-up IT yang didirikan tiga sekawan lulusan Teknik Informatika, David Soendoro, Gerard Edwin Theodorus dan Arnold Nugroho Sutanto ini menilai  mall di Jakarta merupakan potensi bisnis yang bagus untuk aplikasi besutannya. "Untuk awalnya mungkin fokus ke Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tenggerang dan Bekasi) saja dulu. Selain itu juga karena potensi bisnis mall banyak di Jakarta," kata Arnold.

Sampai saat ini, kata Arnold, Buzzlemall - Your Digital Mall Asistance sudah diunduh 800 kali baik untuk OS Android dan BlackBerry. "Saat ini masih versi beta, versi penuhnya akan diluncurkan Juli tahun ini. Setelah itu rencananya juga akan ada untuk iOS dan Windows Phone (WP) Agustus nanti," ujarnya.

Sementara itu, mengenai ajang aplikasi ini, para peserta harus mengembangkan aplikasi berbasis Android yang menggunakan setidaknya satu dari Ericsson Labs API dan berkaitan dengan tema "Network Society". Ajang ini diikuti lebih dari 143 peserta dari 33 negara di seluruh dunia.

Diungkapkan Vice President Marketing & Communications Ericsson Hardyana Syintawati, ajang EAAtahun ini, dari Indonesia ada 10 peserta, India sebanyak 11, dan yang mendominasi kali ini berasal dari Afrika, tanpa merinci jumlahnya. "Beberapa tahun ini banyak aplikasi developer dari indonesia yang ikut, tapi belum ada yang menang. Baru tahun ini Indonesia yang menang," ungkap Hardyana. (fmh)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar