Kamis, 31 Mei 2012

Mengenal Flame, Virus Komputer Paling Rumit di Dunia



detail berita
Ilustrasi
TEHERAN– Virus komputer paling rumit di dunia bernama Flame, baru saja ditemukan oleh para ahli keamaman. Lalu bagaimanakah cara kerja virus komputer berbahaya ini?

Dilansir dari Telegraph, Selasa (29/5/2012), Flame memiliki berbagai kemampuan pengintai yang rumit, termasuk merekam pembicaran secara diam-diam. Negara Timur Tengah yang menjadi sasarannya dan Iran telah memerintahkan instalasi komputer resmi dari kajian darurat, setelah virus baru yang dikenal dengan nama Flame itu ditemukan.

Bahkan para ahli keamanan mengatakan, perangkat lunak berbahaya ini 20 kali lebih kuat program jahat cyber lain, termasuk virus Stuxnet dan hanya bisa diciptakan oleh sebuah negara. Flame, merupakan sistem senjata cyber ketiga yang mengekspos wilayah Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Flame pun memiliki kemampuan yang mengancam informasi penting. Virus komputer ini bisa mengumpulkan data file, mengubah pengaturan  komputer dari jarak jauh, menyalakan mikrofon komputer untuk merekam percakapan, mengambil gambar layar (screen shot) dan menyalin percakapan pesan singkat.

Menurut Kaspersky Labs, program jahat tersebut tampaknya telah dirilis sejak lima tahun lalu dan menginfeksi mesin di Iran, Israel, Sudan, Syria, Lebanon, Arab Saudi dan Mesir. “Jika Flame tidak ditemukan selama lima tahun, satu-satunya kesimpulan logis adalah ada operasi lainnya yang sedang berlangsung dan kita tidak mengetahui apa itu,” kata seorang peneliti keamanan senior Kaspersky Roel Schouwenberg.

Diungkapkan Schouwenberg, ada bukti menunjukkan bahwa kode virus tersebut ditugaskan oleh bangsa atau negara yang sama di balik Stuxnet dan Duqu. Tapi Crysys Lab, yang menganalisis viru komputer di Universitas Budapest mengatakan, bukti teknis adanya hubungan antara Flame, Stuxnet, dan Duqu tidak meyakinkan.

Untuk diketahui, virus ini tidak menyebarkan dirinya secara otomatis, melainkan jika pengendali yang tersembunyi mengizinkannya.

Sementara itu, menurut Alan Woodward dari Departemen komputasi di Universitas Surrey, Flame merupakan virus yang sangat mengganggu. “Ini (Flame) tidak ditulis oleh beberapa remaja iseng. Virus ini besar, rumit, dan ditujukan untuk mencuri data sambil bersembunyi untuk waktu yang lama,” ungkapnya.

Pendiri Kaspersky Labs Eugene Kaspersky juga mengungkapkan, pihaknya membutuhkan waktu 6 bulan untuk menganalisis Stuxnet dan Flame 20 kali lebih rumit dari itu. (fmh)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar