Sabtu, 05 Mei 2012

Asteroid Berdiameter 40 Kilometer Pernah Hantam Bumi

detail berita
Ilustrasi (Foto: Google)
CALIFORNIA - Ilmuwan tengah mempelajari rincian mengenai dampak asteroid yang menghujam planet Bumi di awal waktu terbentuknya. mereka juga mengungkap planet Bumi dahulu kala pernah dihantam asteroid berukuran berdiameter 40 kilometer.

"Ini adalah bukti kuat pertama yang sebenarnya terjadi. Beberapa asteroid yang kami simpulkan, memiliki diameter 40 kilometer. Ukuran itu jauh lebih besar dari salah satu asteroid yang membunuh dinosaurus sekira 65 juta tahun lalu dengan ukuran diameter sekira 12 hingga 15 kilometer," ujar ilmuwan Earth and Atmospheric dari Purdue University, Jay Melosh, seperti dilansirMachinelikeus, Jumat (27/4/2012).

Ilmuwan meyakini awal terciptanya planet Bumi diikuti pula dengan tubrukan-tubrukan asteroid yang terjadi sekira 35 juta hingga 3,5 miliar tahun yang lalu. Pada waktu itu, hantaman asteroid dipercaya memberikan bedampak signifikan terhadap kelangsungan hidup hewan purbakala, yakni kepunahan dinosaurus.

Selain itu, ilmuwan juga mencoba menerapkan metode baru untuk menguak informasi dari lapisan batuan kecil bernama spherules. Lapisan bebatuan tersebut tercipta dari benturan asteroid yang menabrak planet Bumi. Benturan itu menguapkan bebatuan hingga ke angkasa. Lalu, tetesan kecil dari batuan cair itu kembali memadat dan jatuh kembali ke bumi sebagai lapisan tipis.

Alhasil, partikel-partikel berbentuk bulat atau lonjong telah tertanam melapisi batuan yang ada di planet Bumi. Itulah yang kini diteliti dan dianalisis oleh para ilmuwan untuk memperoleh informasi mengenai dampak hantaman asteroid terhadap planet Bumi di awal waktu terbentuknya.

Konon, periode asteroid ini dipengaruhi oleh perubahan pada sistem tata surya yang mengubah lintasan asteroid. Lintasan yang terletak diantara planet Mars dan Jupiter itu mampu mengirim asteroid untuk mendarat tepat di planet Bumi. "Apa yang kami lakukan adalah memberikan dasar untuk memahami bagaimana menginterpretasikan lapisan dalam hal ukuran dan kecepatan gerak asteroid," terangnya.(fmh)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar